Aduh, permasalahan lagi dan lagi tentang kepribadian, masalahnya sang office boy berinisial x menulis status bahwa team ini gak pernah menghargaiku, tidak pernah begini begono, dll.  lalu muncul salah satu team x menanyakan secara empat mata kenapa memangnya ? perasaaan team x selalu menghargainya, penghargaan seperti apa yang ingin dia dapat ?.  Keduanya adu mulut dan adu pikiran. Menurutku persoalan interpersonal ini bisa diselesaikan jika kedua belah pihak saling mengerti. dan problem seperti ini tidak akan bermula jika si x tidak kesal dengan dirinya sendiri dan menyukai pekerjaannya, aku ingin si x pernah menulis kalimat ini di email

GUE ORANG BAWAHAN GUE OB.

Wah, aku sangat yakin sekali ada yang salah dengan dirinya, sepertinya dia tidak menyukai perkerjaannya, karena pekerjaan seperti itu dia harus mau disuruh pergi kesana kesini, dll, yang sebenarnya dia tidak inginkan. Yap jika dia menyukai pekerjaannya toh jika team x tidak membereskan mejanya karena kesibukan, si x akan dengan senang hati membereskannya, what a beautiful life!.
Yap, semuanya memang dimulai dari diri sendiri, mungkin dia merasa kesal dan menarik diri, dan ujung-ujungnya dia tidak mau berkomunikasi dengan salah satu team x yang menyebabkan kerusakan parah pada hubungan interpersonal antara team x dan dia, yang saya lihat dan rasakan dia tidak ingin berantakan lagi jika dia sudah membereskan semua, wow, aku jadi ingat office boy gedung, mereka dengan iklhas dan ridho membersihkan kamar mandi dari pagi sampai sore, pada waktu-waktu tersebut selalu saja ada orang yang membuat kotor kamar mandi, tetapi mereka tidak menuntut kepada seluruh pemakai kamar mandi untuk selalu bersih, memang diperlukan disiplin pribadi masing-masing untuk menjaga kebersihan, apakah office boy tersebut diam-diam marah kepada pembuat kotor kamar mandi ? tentu tidak karena sudah kewajiban mereka untuk membersihkan kamar mandi, begitu pula seharusnya si x, dan team x, supaya hubungannya lancar dan harmonis lagi dibutuhkan rasa saling menghargai, pengertian, dan ikhlas

Salam,

Telepon dari pakde

Posted: March 31, 2012 in Diary
Tags: , , ,

“Selamat ulang tahun ya alfin”, terdengar suara nyaring dari telepon genggamku, suara pakde dan budhe ku, aku sampe terkejut waktu menerima telepon dari budhe dan pakdhe, walaupun mereka sudah tua, mereka masih mengingat ulang tahunku, aku sangat bahagia menerima telepon dari pakde dan budhe.  terharu sekali, aku sangat berterima kasih, aku menjadi bersyukur, this is my precious life.

Insiden

Posted: March 27, 2012 in Diary
Tags: , ,

Tanggal 22 maret adalah tanggal yang membuatku tercengang, karena tiba-tiba saja ada yang menusuk aku dari belakang, yap ada orang yang tidak suka kepadaku, dia sampai melaporkan hal-hal yang berbau negatif kepada atasanku, I don’t know, aku sih sudah menyadari sejak sebelum dia melaporkannya hal itu kepadanya. Yang pasti aku tak pernah berpikiran buruk terhadap seseorang, tapi dari insiden ini aku belajar untuk tetap positif thinking dan dengan adanya insiden ini aku jadi lebih belajar untuk lebih baik lagi, Thanks ya yang udah menusukku dari belakang, berkat engkau aku jadi lebih menghargai diri sendiri

 

Kunjungan lek suyat

Posted: March 22, 2012 in Uncategorized

Pasca operasi bapak, banyak kerabat yang datang berkunjung, tiba-tiba saja pada tanggal 21 lek suyat datang bersama jastino sama tio, sudah lama sekali tidak pulang tahu-tahu si justino udah gede aja. Tapi sedihnya dia di sini cukup semalam saja. Sedih rasanya. Ingin sekali hari ini absen dari kerja supaya bisa lebih lama sama lek suyat I hope to come back to yogyakarta soon [diary], [paman]

Pengalaman ini aku tulis supaya yang lain bisa terinspirasi, jadi begini, sebelum pulang kantor aku sudah ada rencana untuk naik kereta di stasiun sudirman, untuk ke stasiun sudirman dari tempat kerjaku, itu harus naik bus transjakarta rute ragunan, nah pada saat di bus transjakarta ini yang bener-bener buta, ternyata di rute ragunan ini jurusannya gak semua tujuan akhirnya halte dukuh atas, nah kebetulan bus yang aku tumpangi itu jurusan tujuan akhir monas, aku pikir gak apa-apa deh, naik keretanya dari stasiun gambir saja karena jam sudah menunjukkan 18.18 kereta di sudirman datang jam 18.20, sepertinya gak kesampaian, apalagi macet begini, akhirnya aku terus numpang bus ini sampe halte akhir monas, pada saat sampai di halte monas, transit di pulogadung, nah ini awal problemnya, antrian penumpang di rute pulogadung ini penuuh sekali, dan busnya jarang ada, oh god!,  aku berpikir lagi, seandainya tadi transit untuk menunggu bus yang ke arah dukuh atas, dan walaupun sudah ketinggalan kereta toh masih ada kereta selanjutnya, akhirnya sampai jam 8 kurang aku memutuskan naik taksi sampai stasiun gambir, sampai stasiun gambir naik kereta sampai di stasiun depok jam 21.00 !!  dari stasiun depok sampai rumah jam 21.30 walah, ini aku mau pulang agak cepet malah buntung, aku belajar kalo sudah direncanain dari awal kesini, harus fokus, jangan dirubah-rubah, aku jadi belajar kali ini, mudah-mudahan aku gak melakukan hal ini selanjutnya

Asyik akhirnya sudah bertahun-tahun perusahaan tempatku bekerja baru kali ini menggunakan ac (air conditioning- red) sendiri, dan sekarang ruangan menjadi terasa dingin karena ada double ac, yang pertama ac sewa dari gedung dan ac sendiri, tapi ada satu hal yang belum berubah meskinpun sudah memakai ac yaitu perilaku karyawannya, mereka masih menggunakan budaya lama, merokok di ruangan !, memang sih di gedung tempatku bekerja tidak disediakan ruangan untuk para perokok, jadinya rekan kerjaku merokok di dalam ruangan, dan meskipun sudah dipasang ac sendiri tetap saja budaya merokok itu masih menempel, jadinya kalau masuk ke ruangan kantorku, bau rokok menyebar dimana-mana, aduh. Saya yang memang tidak merokok jadi kena getahnya, karena bekerja tidak nyaman, dan sesak sekali dengan menghirup asap nikotin, apalagi ditambah ac, yah makin menjadi-jadi deh :-) , Saya sih hanya berharap mereka melupakan atau meninggalkan budaya lama, dan mereka harus sadar, tempat bekerja itu bukan tempat untuk merokok